Thursday, February 07, 2008

MENGASIHI

Renungan dalam Ibadat Komunitas bulan Mei 2007
Saudara dan Saudari yang terkasih .Kalau kita mendengar dan memperhatikan peristiwa peristiwa yang terjadi di Indonesia dan dunia akhir-akhir ini, seperti terjadinya bom bunuh diri di Irak, Peristiwa Bom Bali I dan II, Pembantaian di Poso, dll yang semuanya mengakibatkan hilangnya banyak nyawa manusia hanya demi kepentingan pribadi dan golongan tertentu . Nyawa manusia sudah tidak ada harganya lagi. Sehingga kalau kita merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut muncul satu pertanyaan. Masih adakah cinta didunia ini? Masih mungkinkah sebenarnya manusia hidup saling mengasihi dan mencintai? Apakah cinta hanya sebuah slogan yang tidak mungkin dilakukan lagi?.
Dalam injil hari ini Yesus memberikan perintah baru kepada murid-murid-Nya yakni untuk supaya saling mengasihi. Mengasihi atau mencintai merupakan kewajiban yang harus menjadi ciri khas dari murid-murid Yesus. Sehingga " Dengan demikian orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi ". Kasih adalah ungkapan iman Kristiani yang paling jelas. Kalau kita percaya kepada Allah dalam Yesus maka kita akan mempraktekkan kasih itu dalam kehidupan persekutuan dan dalam kehidupan di dunia ini. Dengan perkataan lain seorang dapat disebut Kristen bila memperlihatkan kasih dalam hidupnya.Betapun susahnya mengasihi atau mencintai, berapapun besar pengorbanan yang harus diberikan, mengasihi harus menjadi pilihan satu-satunya. Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus dan Barnabas mewujudkan amanat Yesus dengan berkunjung dan membangun persekutuan dengan umat. Rasul Paulus menegaskan , bahwa kesengsaraaan merupakan bagian dari pelaksanaan cinta kasih itu. Sedangkan Penginjil Yohanes dalam kitab Wahyu memberikan harapan bahwa buah dari cinta kasih adalah langit baru dan bumi baru di mana ratap tangis dan air mata akan dihapuskan yakni pada saat di mana Sang Raja membuat segala sesuatu menjadi baru
Kisah…Telah dibayar dengan segelas susu, yang diberikan secara ikhlas kepada ,seorang bocah laki-laki yang kehausan dan kelaparan dua puluh tahun yang lalu. Tertanda Dokter Spesialis Howard Kelly……………
Betapa terkejutnya wanita itu. Rasa haru dan air mata sukacita mengalir dari mata tuanya. Ia tidak menyangka jumlah tagihan yang luar biasa besarnya tidak dihitung satu sen pun. Lunas oleh segelas susu.…..Wanita itu berdoa: Terima kasih Tuhan, karena KasihMu sungguh nyata, terbesar melalui hati dan tangan manusia…..
Saudara dan saudari yang terkasih ……….Perintah baru yang diberikan Yesus adalah mengasihi dengan kualitas yang lebih dalam, yakni mengasihi seperti Yesus telah mengasihi para murid-Nya. Yesus berkata : " Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" Itulah cara Yesus mengasihi murid-murid-Nya dan orang yang percaya kepadanya. Bukan hanya soal uang dan materi yang diberikan Yesus sebagai tanda kasih-Nya tetapi Yesus memberikan hidup dan mati-Nya kepada kita. Kasih-Nya yang luar biasa menjadi teladan bagi kita untuk belajar mencintai dan mengasihi secara benar. Kita harus mampu berpaling dan berani berkorban kepada siapa saja disekitar kita yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Dan melakukannya dengan kerendahan hati, tulus iklas dan sungguh-sungguh, dengan segenap budi, segenap kekuatan, dan dengan segenap hati tanpa syarat ini dan syarat itu tanpa mengharapkan imbalan apapun bentuknya. Karena apa yang kita lakukan untuk sesama berarti kita melakukannya untuk Tuhan. Dan kita percaya bahwa Tuhan pasti akan membalas cinta kita dengan berkatnya yang tak terduga.
Mother Theresa dari Calcuta pernah mengatakan: " Penyakit yang paling ganas saat ini adalah penyakit kekurangan kasih" Penyakit ini yang menyebabkan keluarga , masyarakat, Negara dan Dunia menjadi hancur . Egoisme, persaingan, permusuhan , dendam sudah sudah mengalahkan kasih. Sehingga perdamaian menjadi sesuatu hal yang sulit dilakukan dan peperangan adalah jalan keluarnya Oleh karena itu Yesus melalui Firman-Nya hari ini menantang kita untuk serius menjadi agen Kasih-Nya Karena Kasih mampu menembus batas-batas suku, ras dan antar golongan Kita harus mampu mengasihi siapa saja, keluarga kita, rekan dan teman, dan semua orang disekitar kita yang memerlukan kasih, bantuan , perhatian dan pertolongan kita. Sehingga kita semua akan dapat menikmati langit dan bumi yang baru.
Amin.
Oleh : Pak budi, May 04, 2007

No comments: